Sejarah Universitas Tulungagung

Tahapan Perkembangan

 Tahapan Pertama (1985-1989)

Yayasan Universitas Tulungagung sebagai induk dari Universitas Tulungagung yang dibentuk melalui Akta  Nomor 55 dari Notaris Richardus Nangkih Sinulingga SH di Madiun pada Hari Jum’at tanggal 19 Mei 1984. Yayasan Universitas Tulungagung diketuai oleh Drs. M. Ch. Poernanto, Bupati Tulungagung, saat itu.

Melalui Surat Keputusan Yayasan Universitas Tulungagung Nomor 001/SK/Unita/V/1985 Tanggal 10 Mei 1985 tentang pendirian Universitas Tulungagung dengan Fakultas-Fakultas : Hukum Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Program Studi Ilmu Administrasi Negara dan Fakultas Pertanian dengan Program Studi Agribisnis. Status Terdaftar diperoleh melalui SK Dirjen Dikti Depdikbud Nomor:0859/0/1986 untuk semua Fakultas / Jurusan / Program Studi yang diusulkan tersebut diatas.

Pada awal operasionalnya, Universitas Tulungagung berafiliasi dan dibawah pembinaan / bimbingan Universitas Brawijaya  Malang dalam hal organisasi secara umum, perancangan kurikulum dan SAP, kelengkapan sarana dan prasarana Akademik, pemenuhan kualifikasi tenaga Akademik maupun proses pelayanan belajar mengajar. Prioritas awal dari manajemen Universitas Tulungagung difokuskan kepada pemenuhan standar administrasi akademik dan operasional skala minimal sebagaimana yang dipersyaratkan oleh Kopertis VII sebagai instansi formal pembina PTS di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Nomor Induk Regestrasi Mahasiswa ( NIRM ) sebagai syarat administrasi dasar bagi seorang mahasiswa untuk dapat mengikuti ujian negara diperoleh pada awal tahun 1986. Dan pada tahun yang sama Ujian Negara yang pertama kali dapat diselengarakan.

Pada  tahapan ini, pelayanan organisasi masih bersifat darurat dengan kantor sekretariat yang masih menumpang di gedung AR ( sekarang Kantor DPRD Tulungagung ) dan SMPP (sekarang SMUN 01 Boyolangu). Pelayanan perkuliahan dilakukan pada sore hari di 3 (tiga)  ruang klas SMPP dan 6 (enam) ruang klas SPMA Pemda di Jl. Mastrip Tulungagung. Pada tahun tahun pertama ini hampir 90% mahasiswa berasal dari PNS utamanya karyawan Pemkab, Polres, Dinas/Jawatan serta sektor perbankan.

Dalam perkembangannya, memenuhi tuntutan masyarakat dan berbagai perusahaan dan perbankan di Tulungagung akan tersedianya Fakultas Ekonomi di Universitas Tulungagung, maka hal tersebut ditindak lanjuti Yayasan Universitas Tulungagung dengan mengajukan  usulan kepada pemerintah untuk dibukanya Fakultas Ekonomi di Universitas Tulungagung untuk Program Studi Manajemen  dan Akuntansi. Status terdaftar Kedua Program Studi tersebut diperoleh pada Tanggal 15 Desember 1989 melalui SK Dirjen Dikti Nomor: 0794/0/1989.

Tahapan Kedua (1989-1994)

Pada dasarnya sejak awal didirikannya Universitas Tulungagung telah dialokasikan sebidang tanah dengan status hak pakai oleh Bupati Tulungagung kepada Yayasan Universitas Tulungagung melalui Surat Keterangan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tulungagung Nomor: 1123/445.16/16/85 Tanggal 9 September 1985. Lahan yang diperuntukkan untuk kampus seluas 32.000 m2 tersebut terletak di desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung sangat strategis karena disamping hanya berjarak 2 Km (waktu tempuh kendaraan  10 menit) dari pusat kota dan berlokasi di Jalur utama antara Tulungagung kota menuju Kecamatan Campurdarat hinga ke Pantai Popoh ( Samudera Indonesia ).

Namun karena konsentrasi pada awal operasional Universitas Tulungagung masih difokuskan pada penataan ke dalam (internal development), maka pembangunan fisik kampus baru dapat dimulai pada 28 Agustus 1986 (peletakan batu pertama oleh Bupati Tulungagung) dan diselesaikan pada  tanggal 17 April 1988 (peresmian oleh Gubernur Jawa Timur).  Sehubungan dengan masih terbatasnya ruang kuliah di gedung yang baru, maka pada tahap ini meskipun pelayanan administrasi sudah dilakukan  di kantor pusat Jl. Ki Mangunsarkoro namun pelayanan perkuliahan sebagian masih memanfaatkan ruang kuliah di SPMA  Pemda Jl. Mastrip.

Wisuda untuk yang pertama kalinya dilaksanakan pada tahun 1990 dengan jumlah wisudawan sebanyak 158 orang (untuk tiga Program Studi) dari 726 mahasiswa yang ada.

Tahapan Ketiga (1994-1999)

Pada tahap ini dilakukan penataan tenaga akademik yang meliputi pengurusan jabatan akademik, studi lanjut dan penyertaan staf pada berbagai seminar, lokakarya, diklat maupun workshop. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka membangun kualifikasi standar profesi bagi staf pengajar. Pada saat itu dibangun laboratorium komputer, perpustakaan serta pemenuhan prasarana organisasi berupa program komputerisasi dan sistem jaringan (local area network).

Pada tahap ini pula dilakukan upaya peningkatan kualitas dengan meningkatkan perhatian serta peranannya dalam :

  1. Meningkatkan kualitas lulusan
  2. Berperan serta pada pembangunan daerah dalam rangka mewujudkan Tulungagung Ingandaya (Motto Kabupaten : Industri, Pangan, Perdagangan dan Budaya).
  3. Memberikan sumbangan pada ilmu pengetahuan dan teknologi.

Secara operasional pada tahapan ini dititikberatkan pada upaya pembinaan dan pengembagan potensi Universitas Tulungagung sebagai lembaga pendidikan tinggi. Secara strategis sasaran yang ingin dicapai adalah ;

  1. Menciptakan landasan yang kuat bagi tahapan berikutnya dalam pengembangan sumberdaya manusia, prasarana dan sarana pendidikan serta menciptakan iklim kehidupan kampus yang berbudaya akademik.
  2. Meningkatkan kemampuan proses belajar mengajar.
  3. Meningkatkan kondisi dan kualifikasi sumberdaya akademik.
  4. Melengkapi prasarana dan sarana sehinga tercapai kemampuan yang makin memadai dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tahapan Keempat (1999-2004)

Seiring dengan berkembangnya dunia pendidikan di Indonesia, Universitas Tulungagung dalam berperan serta upaya mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya dalam pendidikan tinggi dituntut untuk meningkatkan kualitas dan integritasnya sehingga mampu berkompetisi dengan berbagai perguruan tinggi yang ada.  Salah satu bentuk peningkatan kualitas dimaksud adalah dengan telah diperolehnya status terakreditasi untuk berbagai Program Studi yang ada.

Perolehan status dan kualifikasi awal untuk  masing-masing Program Studi dari 4 (empat) Fakultas yang ada adalah :

  1. Ilmu Administrasi Negara ; SK Dikti Nomor : 028/BAN–PT/Ak.IV/X/2000 tertanggal 5 Oktober 2000 dengan nilai B.
  2. Ilmu Hukum; SK Dikti Nomor : 021 / BAN – PT / Ak. IV / VIII / 2000 tertanggal 31 Agustus 2000 dengan nilai C.
  3. Program Studi Manajemen; SK Dikti Nomor :  019 / BAN – PT / Ak. IV / VIII / 2000 tertanggal 10 Agustus  2000 dengan nilai B.
  4. Program Studi Akuntansi; SK Dikti Nomor :  019 / BAN – PT / Ak. IV / X / 2000 tertanggal 10 Agustus  2000  dengan nilai B.
  5. Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian; SK Dikti Nomor :  019 / BAN – PT / Ak. IV / X / 2000 tertanggal 10 Agustus  2000  dengan nilai B.

Berbagai aktivitas perguruan tinggi diarahkan dan diusahakan untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil-hasil pengembangan yang dicapai dalam tahapan sebelumnya. Prestasi akademik yang prestisius akan terus dipertahankan dan dikembangkan melalui pengkajian ulang terhadap kurikulum yang berorientasi pada relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan pembenahan sistem manajemen yang berorientasi pada efektifitas organisasi.

Keterkaitan pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dapat dilakukan dengan mengantisipasi perkembangan ilmu dan teknologi serta tata nilai yang berkembang dari masyarakat sebagai akibat globalisasi.  Agar tercapai sasaran tersebut maka pemantapan dan pengembangan organisasi mutlak diperlukan.  Pranata organisasi dan sistem manajemen yang perlu mendapat perhatian adalah fungsionalisasi struktural sesuai dengan uraian tugas dan tanggung jawab serta spesifikasi jabatan, perbaikan prosedur kerja serta sistem pengawasan, pemantapan sistem perencanaan terpadu, sistem informasi serta pengembangan pola tata hubungan kerja  dan tata aliran kerja, serta agar tercipta penempatan kerja sesuai dengan bidang   keahlian  dilakukan  analisis kekuatan tenaga administrasi yang mampu mengemban dan melaksanakan berbagai macam sistem kerja dan mengembangkan sistem tersebut sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Dalam tahapan ini berbagai prasarana pisik telah mampu terselesaikan antara lain penambahan 7 ( tujuh ) unit lokal perkuliahan, Kantor LPPM, Kantor SMPT, Laboratorium Komputer serta beberapa infrastruktur kampus berupa Kantor Koperasi Karyawan, Mushola, Kantin Kampus serta pembenahan estetika side-plan kampus.

Tahapan Kelima (2004-2009)

Strategi dasar pengembangan pada tahapan ini adalah meningkatkan kualitas dengan fokus:

  1. Meningkatkan kualitas lulusan
  2. Peran serta pada pembangunan daerah
  3. Pengembangan kuantitas dan kualitas program studi

Karakter atau jati diri Universitas Tulungagung dibangun dengan berlandaskan konsep Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang merupakan implementasi visi dan misi universitas dengan proyeksi teknis pada visi dan misi program studi. Dalam tataran operasional karakter tersebut terurai pada satuan kurikulum. Dari pemahaman tersebut diatas, pada saatnya nanti Universitas Tulungagung akan mampu tampil sebagai PTS dengan karakter khusus sebagaimana yang diharapkan oleh visi dan misi yang telah dicanangkannya. Sebagai upaya peran serta dalam pembangunan daerah,  Universitas Tulungagung berupaya mengkaitkan jati dirinya dengan Renstrada Kabupaten Tulungagung sesuai motto Ingandaya.

Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dari semua mata kuliah yang terangkum dalam kurikulum setiap program studi diarahkan kepada pemenuhan karakter, visi dan misi tersebut diatas. Dari konsep strategis ini diharapkan terciptanya hubungan sinergis antara Universitas Tulungagung, Pemkab Tulungagung dan DPRD Kabupaten Tulungagung. Outcomes yang dihasilkan adalah penajaman, keselarasan dan ketepatan perencanaan daerah yang efektif dan efisien. Hal tersebut akan terjadi karena perencanaan SDM, local potencial setting serta tahapan pencapaiannya dapat diprediksi secara akurat dan signifikan. Dan pada tahapan 2004-2009 dibuka program studi  D-III Kebidanan dan dimungkinkan dibuka fakultas dan program studi baru yang lain di tahapan berikutnya.

Tahapan Keenam (2009-2013)

Sebagai tindak lanjut  strategi pengembangan pada tahap ke lima yang belum terselesaikan dan rencana pengembangan lima tahun kedepan, maka pada tahap ke enam strategi dasar pengembangan di fokuskan kepada:

  1. Peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
  2. Peningkatan Kualitas SDM Pengajar melalui studi lanjut dan penyertaan dalam berbagai diklat, workshop, seminar sebagai penguatan profesi
  3. Penyertaan sertifikasi dosen.
  4. Meningkatkan kerjasama dengan  stakeholder.
  5. Peningkatan sarana prasarana
  6. Pengusulan status akreditasi untuk enam program studi lingkup Universitas Tulungagung
  7. Penataan  tata ruang fakultas sesuai pedoman pengisian borang akreditasi.
  8. Pendirian BHPM.
  9. Pendirian program studi baru yang diminati masyarakat

10. Optimalisasi peran dan fungsi sistem penjaminan mutu

11. Penyelesaian lahan kampus yang masih bermasalah.

 

 

 

 

Denah Lokasi


Lihat Universitas Tulungagung di maps google

 

April 2014
M T W T F S S
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930